Waspada!!! Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek Berpotensi Merobek Pembuluh Arteri
Menggerakkan leher hingga berbunyi krek sering kali dilakukan oleh orang-orang yang merasa lelah atau kecapaian. Leher yang digerakkan hingga berbunyi krek dalam sesaat memang membuat sedikit lega bagi seseoarang.
Namun dalam jangka panjang yang secara terus menerus melaksanakan kebiasaan buruk tersebut , akan menjadikan kefatalan. Mungkin tidak semua orang mengetahuinya akhir kebiasaan buruk yang sering dilakukan tersebut.
Apakah resiko mengerakkan leher hingga berbunyi “krek” ? Mungkin ada sebagian orang yang menanyakan hal demikian dan mencari tahu akan dampak yang terjadi ketika sering menggerakkan leher hingga berbunyi krek.
Perlu diketahui , Leher merupakan adegan organ badan yang kompleks dan memiliki fungsi yang sangat vital. Organ badan adegan leher merupakan jembatan hidup yang menghubungkan organ terpenting dalam tubuh. Tulang leher juga terhubung pribadi dengan tulang belakang. Kerusakan yang terjadi pada tulang leher bukan tidak mungkin akan menghipnotis pada kesehatan tulang belakang.
Untuk hal tersebut diharapkan cara menjaga dengan baik dan benar. Hal ini bertujuan biar tidak terjadi hal-hal yang memicu terjadinya duduk perkara kesehatan. Leher merupakan organ salah satu organ badan yang paling rawan , sedikit saja menangani kasus di leher , nyawa mampu saja menjadi taruhannya.
Bahaya Menggerakkan Leher Sampai Berbunyi Krek
Berikut ini beberapa ancaman yang terjadi ketika sering menggerakkan leher hingga berbunyi krak.
1. Melemahkan sendi leher
Semakin melemahnya persendian leher dapat menyebabkan instabilitas tulang leher. Lama kelamaan akan menimbulkan ancaman berbahaya yakni terjadinya nyeri leher kronis. Nyeri sendi leher kronis tersebut yang sering timbul ketika usia semakin tua.
2. Meretakkan tulang leher
Seperti yang telah dijelaskan oleh dokter seorang mahir bedah syaraf TNI AU Dr. dr. Wawan Mulyawan , SpBS , SpKP yang berkompetensi di bidang spine (tulang belakang).
Seseorang yang sering menggerakan leher secara berlebihan. Akan berdampak negatif yaitu suatu duduk perkara dimana tulang leher mengalami keretakan. Sehingga timbul dislokasi sel syaraf leher yang menghubungkan antara sendi dan tulang leher. Hal tersebut merupakan bukan suatau duduk perkara sepele. alasannya yakni dapat menyebabkan kematian
Tulang leher terdiri dari 7 ruas , masing-masing ruas dihubungkan oleh 2 macam sendi: ganjal tulang (diskus) dan sendi penyangga kiri dan kanan (prosesus artikularis superior dan prosesus artikukaris inferor atau disebut juga facet).
Jika tulang dan sendinya mengalami keratakan atau melejit , dapat menjadikan korelasi persendian leher dan ruas tulang lehernya menjadi tidak stabil. Sehingga akan mencederai lanjutan sumsum tulang belakang di dalamnya.
Selain itu , yang lebih parah lagi yakni kalau salah satu tulang leher mengalami patah , tentu saja membuat instabilitas menjadi lebih parah bahkan menimbulkan final hidup yang lebih cepat.
3. Merobekkan pembuluh darah arteri
Sering menggerakkan leher hingga berbunyi krak mampu saja membuat pembuluh darah arteri vertebralis robek. Hal tersebut merupakan akhir tergores oleh tulang leher yang patah. Jika hal tersebut terjadi membuat penderita mengalami duduk perkara kronis.
Dengan demikian mejaga kesehtaan tulang leher diharapkan dengan perawatan yang ekstra hati-hati. Jika memiliki duduk perkara yang berkaitan dengan nyeri punggung , nyeri leher , atau nyeri pinggang sebaiknya konsultasikan ke dokter mahir yang profesional , yang terdidik di rumah sakit pendidikan kedokteran menyerupai seorang mahir saraf , seorang mahir bedah saraf , seorang mahir ortopedi , seorang mahir kedokteran fisik , dan rehabilitasi
Hal ini diharapkan biar tidak akan terjadi suatu duduk perkara yang serius alasannya yakni mampu diketahui penyebab dan cepat dalam penanganannya. Organ leher merupakan organ badan yang palingg rawan dan sensitif.

Komentar
Posting Komentar