Perlu menjadi perhatian disini yaitu perbedaan antara keguguran dan janin meninggal dalam kandungan. Sebuah janin dikatakan meninggal di dalam kandungan ketika janin telah mencapai usia kehamilan lebih dari 140 hari dengan berat janin telah mencapai kurang lebih 500gr. Sedangkan bila kejadian janin meninggal terjadi ketika usia kehamilan dibawah usia trimester pertama , maka kejadian tersebut dikatakan keguguran atau abortus.

Terjadinya problem kehamilan yang berupa janin meninggal di dalam kandungan ,hal ini disebabkan oleh banyak faktor yang mempengaruhinya. Faktor yang memicu kematian janin dalam kandungan mampu terjadi dari faktor luar (kondisi kesehatan sang ibu) maupun dari kondisi kesehatan janinnya itu sendiri (Baca: Tips menguatkan janin dalam kandungan). Sehingga selama masa kehamilan diharapkan perawatan yang ekstra yakni dengan memenuhi kebutuhan gizi , menjaga teladan makan yang sehat , berolah raga secara teratur dan lain sebagainya.
Beikut ini artikel yangg disarankan untuk menambah wawasan perihal makanan sehat ibu hamil yang harus dipenuhi.
- Manfaat Kacang Merah Untuk Ibu Hamil
- 8 Manfaat Ikan Dorang untuk Ibu Hamil
- 10 Manfaat Madu dan Jahe Bagi Ibu Hamil
- 6 Sumber Makanan Yang Banyak Mengandung Yodium , Bagus Untuk Kesehataan Ibu Hamil
Membiasakan diri dengan memperhatikan gaya hidup sehat yang benar , kemungkinan besar akan mengurangi problem kehamilan ibarat janin meninggal dalam kandungan. Perlu anda ketahui , beberapa penyebab janin meninggal dalam kandungan yang sering terjadi ialah sebagai berikut.
1. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kehamilan lewat waktu.
Secara umum , masa kehamilan ditargetkan hingga selama 42 minggu. Jika masa kehamilan melebihi dari 42 ahad , kehamilan tersebut dinamakan hamil lewat waktu. Jika terjadi hhal demikian maka plasenta akan mengalami penuaan sehingga tidak memiliki fungsi yang tepat. Plasenta yang tidak berfungsi dengan tepat dapat menimbulkan janin mengalami kekurangan jumlah asupan nutrisi dan oksigen karena ibu hamil kekurangan gizi.
Selain itu , masa kehamilan yang melebihi batas waktu dari 42 ahad akan menimbulkan cairan ketuban mengalami perubahan menjadi kental dan berwarna hijau. Apabila air ketuban yang telah berubah mejadi kental dan berwarna hijau tersebut , terisap oleh janin dan masuk ke dalam paru-parunya dapat menyebabkan efek yang sangat berbahaya yakni janin mengalami keracunan , infeksi , hingga meninggal dunia.
2. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Gawat janin.
Janin membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen yang dialirkan melalui tali pusat. Akan tetapi , bila tali sentra tersebut mengalami problem dalam meyuplai oksigen maupun nutrisi seperti terpelintir. Hal ini akan membuat janin kesulitan mendapatkan suplai oksigen dan nutrisi , atau bahkan tidak dapat mendapatkan oksigen sama sekali.
Terpelintirnya tali sentra pada janin diakibatkan karena janin mengalami gerakan yang sangat berlebihan , terutama gerakan pada satu arah secara terus menerus. Selain itu , karena dipengaruhi faktor kondisi kesehatan dari ibu hamil ibarat sedang menderita jenis-jenis penyakit tertentu diantaranya penyakit diabetes , jantung , dan hipertensi.
Sehingga dapat menyebabkan janin mengalami kekurangan asupan oksigen dan nutrisi janin. Atau mampu jadi karena kehabisan air ketuban dan secara otomatis membuat tali sentra terkompresi antara tubuh janin dengan sang ibu sehingga akan menimbulkan janin "tercekik" karena tidak dapat mendapatkan suplai oksigen.
3. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Penyakit ibu dan infeksi
Ibu hamil yang mengalami gangguan penyakit dapat mensugesti pertumbuhan dan kesehatan janin. Selain itu juga dapat menjadi pemicu penyebab janin meninggal dalam kandungan. Jenis-jenis penyakit tersebut yang secara umum sering dialami kaum ibu hamil ialah jenis penyakit diabetes melitus , hipertensi , penyakit jantung , gangguan kekurangan gizi , dan lain sebagainya.
Jenis penyakit-penyakit tersebut dapat mengganggu dan mengurangi jumlah asupan nutrisi ke janin sehingga pertumbuhan janin tidak dapat berkembang dengan baik. Selain itu , terjadinya problem akhir infeksi bakteri maupun virus juga dapat menimbulkan pertumbuhan janin terganggu bahkan hingga membuat janin meninggal.
4. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Golongan darah janin tidak cocok dengan ibu
Perbedaan golongan darah antara ibu kandung dengan janin juga menjadi faktor penyebab janin meninggal dalam kandungan. Bisa jadi perbedaan golongan darah ibarat yang dimiliki ibu misalnya golongan darah A , sedangkan yang dimilliki janin golongan darah O atau B.
Ketidakcocokan golongan darah ini akan menimbulkan janin mengalami kesulitan dalam mendapatkan masukan nutrisi dan oksigen dari ibu , sementara zat antibodi dari dalam darah ibu untuk sistem pertumbuhan janin akan membuat terhenti. Hal inilah yang menjadi pemicu utama janin meninggal dalam kandungan ibu.
5. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kecelakan ketika hamil
Kecelakaan yang dialami oleh Ibu hamil juga dapat menjadi pemicu gagalnya kehamilan. Benturan keras pada perut dapat menimbulkan plasenta terlepas , robek dan terkadang benturan eksklusif mengenai janin. Ketika plasenta terlepas , atau robek sebagian kecil , akan tetapi bila terjadi perdarahan andal akan menyebabkan sumber asupan oksigen dan nutrisi ke dalam tubuh janin terhenti.
Beberapa tanda yang diperlihatkan ketika janin meninggal akhir benturan ialah munculnya darah (Flek) yang keluar dari kawasan kewanitaan. Beberapa penyebab keluarnya darah ibarat darah haid selama periode kehamilan berbagai faktor penyebabnya. Lebih jelasnya dapat anda baca pada penyebab keluar darah (flek) ketika hamil.
6. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Kelainan genetik dan bawaan
Kelainan genetik yang berupa kelainan pada kromosom janin , dapat menimbulkan sistem pertumbuhan janin akan terhenti. Selain itu , janin yang mengalami kelainan bawaan ibarat terjadinya kelainan jantung janin yang tidak dapat tumbuh dengan tepat , paru-paru janin tidak mampu mengembang , mengalami kebocoran , atau jenis kelainan bawaan lainnya yang dapat menimbulkan kematian janin.
7. Penyebab janin meninggal dalam kandungan ibu hamil karena Rhesus darah tidak cocok
Rhesus darah janin dan rhesus darah ibu yang tidak cocok juga dapat menjadi pemicu kematian janin dalam kandungan. Misalnya janin mengikuti rhesus darah Ayah yang lebih dominan. Padahal , rhesus (Rh) Ayah dan Ibu mengalami perbedaan yang signifigan misalnya Ibu memiliki Rh negatif sedangkan Ayah memiliki Rh positif.
Perbedaan jenis Rh dapat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kondisi kesehatan janin. Akibat tidak cocoknya jenis Rh tersebut dapat menimbulkan janin mengalami hidropsfetalis , cairan berlebih dalam rongga perut , reaksi imunologis berlebihan yang dapat menimbulkan pembengkakan pada kulit janin , penumpukan cairan di dalam rongga dada atau rongga jantung sehingga membuat janin kesulitan bernafas dan tidak dapat melangsungkan hidupnya.
Janin yang hiperaktif
Gerakan janin yang berlebihan -apalagi hanya pada satu arah saja- mampu menimbulkan tali sentra yang menghubungkan Moms dengan janin terpelintir. Akibatnya , pembuluh darah yang mengalirkan suplai oksigen maupun nutrisi melalui plasenta ke janin akan tersumbat. Tak hanya itu , tidak menutup kemungkinan tali sentra tersebut mampu membentuk tali simpul yang menimbulkan janin menjadi sulit bergerak. Hingga ketika ini kondisi tali sentra terpelintir atau tersimpul tidak mampu terdeteksi. Sehingga , perlu diwaspadai bilamana ada gejala yang tidak biasa ketika hamil.
Untuk itu sebaiknya bagi ibu hamil , selama masa kehamilan harus lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan dengan optimal. Salah satunya dengan mengkonsumsi jenis-jenis makanan yang bergizi ibarat buah-buahan ataupun sayuran. (Baca: Makanan sehat ibu hamil yang wajib dipenuhi)
Komentar
Posting Komentar