Tiga Kriteria Istri Pembawa Sial

Memiliki istri yang mengagumkan merupakan idaman bagi setiap lelaki. Memang pada dasarnya kecantikan bukanlah segalanya dalam menentukan kriteria calon pasangan hidup , akan tetapi kecantikan terkadang membuat seseorang gagal fokus dalam berfikir. Akibat paras yang mengagumkan membuat seorang lelaki termakan dan membuatnya bergairah ingin memilikinya , dengan kata lain hal ini akan menimbulkan korelasi yang bedasarkan karena nafsu. Seperti kita ketahui , menjalin suatu korelasi yang didasarkan hanya pada nafsu semata itu tidaklah baik. Oleh karena itu , janganlah pilih wanita hanya karena parasnya yang mengagumkan sebagai istri anda. Jika anda menuntut kebahagiaan , maka memperoleh kebahagiaan tidak dapat diperoleh hanya karena anda memiliki seorang istri yang mengagumkan parasnya. Akan tetapi pilihlah wanita yang memiliki adat dan kecerdikan pekerti yang mulia.

Perlu anda ketahui , ternyata wanita juga membawa kesialan bagi rumah tangga kita. Ini perlu menjadi perhatian bagi anda yang hendak memilih calon pasang seumur hidup anda. Karena nikah bukanlah suatu hal yang main-main , perlu kematangan untuk menentukan semuanya. Apa sajakah cirri-ciri bila wanita itu membawa sial? Berikut yaitu cirri-ciri yang harus anda ketahui apakah wanita itu membawa sial bagi anda atau tidak.


1. Dia terlihat menjengkelkan saat anda melihatnya.
Umumnya , saat kita melihat wajah istri yang sangat kita sayangi hati terasa tentram dan damai. Seharusnya semua orang sepakat dengan hal ini , karena beliau memang wanita yang kita sayangi. Akan tetapi berbeda jikalau kita melihat wajah istri yang kita sayangi , bukannya senang tetapi kita merasa jengkel. Pernah mengalami hal semacam ini? atau anda pernah mendengar keluhan sahabat anda yang bilang demikian?

Rasa jengkel yang muncul saat melihat wajah istri tersayang disebabkan karena beberapa alasan. Bisa karena istri jarang berdandan untuk suami , aroma tubuhnya tidak amis , pakaiannya tidak membangkitkan semangan suami dan banyak lagi alasan yang menimbulkan seorang suami merasa jengkel saat melihatnya. Lebih parahnya lagi , apabila ditegur mengenai keluhannya tersebut , keluar bantahan dari verbal si wanita seakan dirinya tidak bersalah.

Istri yang memiliki sopan santun menyerupai itu akan selalu melawan dan berteriak bahwa suaminyalah yang bersalah , tidak mau mendapatkan apa adanya dirinya. Bukan bermaksud untuk menyudutkan para istri yang memiliki sikap demikian. Perlawanannya itu mampu jadi disebabkan karena kesibukannya menjadi seorang ibu rumah tangga dan tidak memiliki banyak waktu untuk merawat dirinya. Seharusnya , istri menuruti apa kata suami sebagai bentuk ketaatan pada suami dan juga sebagai jalan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

2. Hampir semua perkataan yang keluar menyakiti perasaan.
Berbicara yang dilakukan secara spontan merupakan bentuk kebiasaan yang sering dilakukan. Bila seseorang terbiasa berbicara halus , maka senantiasa beliau akan selalu mengucapkan perkataan yang halus kepada lawan bicaranya. Bila sudah menjadi kebiasaan seseorang mengeluarkan kata-kata yang menjengkelkan dan menyakiti perasaan , maka dalam kesehariannya beliau akan selalu begitu. Bisa jadi orang tersebut melaksanakan itu karena maksud ingin bercanda , atau memang karena orang tersebut tidak peka terhadap perasaan orang lain.

Sifat semacam ini pada umumnya melekat pada sosok wanita , tidak bermaksud ingin mengenaralkan setiap wanita. Wanita semacam ini apabila telah menjadi seorang istri , akan membuat suami makan hati setiap hariya bila tidak ada niatan untuk memperbaiki cara bicaranya. Ucapan yang menyakiti dan menyinggung perasaan , membuat suami menjadi tidak enak dan tidak betah untuk pulang kerumah.


3. Suka berkhianat kepada suami
Saat gres menikah beberapa hari dan belum mencicipi kedekatan dengan sang istri , suami lantas harus menyelesaikan peran keluar beberapa hari.

Sikap istri yang tidak mampu diamanahi semenjak awal membuat pikiran suami menjadi berprasangka bahwa si istri akan membawa teman-temannya ke rumah. Bisa juga istri akan pulang ke rumah orang tuanya dan enggan untuk kembali.

Akankah suami memutuskan berangkat dengan sikap istri yang tak amanah?

Jika menyerupai itu sungguh kerugian bagi suami karena tidak mencicipi bahagia dan ketenangan.

Demikian 3 ciri istri yang membawa sial bagi rumah tangga. Suami yang memiliki istri menyerupai ini haruslah meningkatkan kesabaran dan hendaknya selalu berusaha untuk membimbing dan mengajarkan kebaikan kepada istri kerena sudah menjadi kewajiban bagi seorang suami untuk selalu mengajak istri ke jalan yang benar



Komentar