Botulisme Pada Bayi - Botulisme ialah suatu jenis penyakit yang menyerang pada adegan otot , sistem pernapasan dan pencernaan. Gangguan - gangguan tersebut diakibatkan karena adanya senyawa botulinum yang masuk kedalam tubuh. Senyawa botulinum ini diproduksi oleh basil clostridium botulinum yang banyak terdapat dalam kandungan madu.
Pada umumnya , penyakit botulisme ini sangat jarang terjadi , namun ancaman dari serangan botulisme ini sangat serius dan harus segera ditangani karena kalau tidak segera ditangani maka botulisme dapat membuat penderitanya berujung pada kematian.
Botulinum banyak menjadikan beberapa gejala. Gejala umum botulisme diantaranya adalah
Botulisme dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan sumbernya. Beberapa jenis botulisme tersebut diantaranya yaitu Botulisme pada Bayi , Botulisme karena keracunan makanan , dan Botulisme karena luka.
Terjadinya Botulisme bayi diakibatkan oleh C. botulinum yang telah berkembang biak dalam sistem pencernaan , C. botulinum ini berasal dari jenis-jenis makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh spora C. botulinum. Bayi yang terserang oleh C. Botulinum dapat diketahui dari beberapa tanda atau gejala yang ditimbulkannya. Ciri-ciri gejala botulisme pada umumnya yang sering terjadi ialah tubuh lemas , timbulnya konstipasi (sembelit) , kesulitan atau bahkan tidak bisa menghisap atau menelan beberapa jenis makanan.
Botulisme keracunan makanan diakibatkan oleh jenis makanan yang telah dikomsumsi namun mengandung botulin. Yang berperan dalam menghasilkan botulin / senyawa toksik ini ialah C. botulinum. Jenis makanan yang banyak mengandung botulin terutama pada makanan dalam kaleng yang telah terkontaminasi oleh bakerti C. botulinum atau makanan dalam kaleng yang telah kedaluarsa.
Sedangkan botulisme luka ini disebabkan karena terjadinya benjol oleh C. botulinum pada jaringan yang terluka. Botulinum merupakan senyawa kimia yang bersifat racun , secara umum lebih dikenal dengan kependekan BTX atau BoNT. Botulinum dihasilkan oleh basil C. botulinum.
Jenis-jenis BTX ini memiliki beberapa variasi type dan masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Tipe dari BTX antara lain ialah A , B , C [C1 , C2] , D , E , F , dan G. BTX yang menjadi penyebab botulisme pada insan ialah Tipe A , B dan E. Sedangkan BTX yang menyerang hewan adalah tipe C dan D. BTX C dan D ini sangat beracun.
Clostridium botulinum / C. botulinum termasuk jenis basil anaerob. Bakteri anaerob merupakan jenis basil yang dapat hidup dalam lingkungan tanpa udara atau oksigen dan membentuk spora. Tidak sama pada mekanisme jamur , untuk bertahan hidup basil memerlukan spora.
(Strain) Clostridium memiliki banyak jenisnya , namun dari sebagian besar (strain) Clostridium tidak membahayakan kesehatan. Dari aneka macam jenis basil Clostridium yang paling dikenal dan kerap menjadi penyebab keracunan makanan ialah jenis basil C. botulinum. Keberadaan basil Clostridium sebagian besar terdapat pada tanah , sedimen lautan dan kanal limbah.
Cara Mencegah Terjadinya Serangan Botulisme
Sebenarnya banyak tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjdinya botulisme. Dalam mengantisipasi botulisme , pencegahan merupakan hal terbaik dari pada pengobatan botulisme. Untuk menjaga biar terhindar dari serangan botulisme , berikut ini ialah hal-hal yang harus diperhatikan.
Demikian tips mencegah serangan botulisme semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa bagikan melalui tombol yang telah disediakan dibawah artikel ini , untuk teman-teman barangkali banyak yang membutuhkan informasi.
Pada umumnya , penyakit botulisme ini sangat jarang terjadi , namun ancaman dari serangan botulisme ini sangat serius dan harus segera ditangani karena kalau tidak segera ditangani maka botulisme dapat membuat penderitanya berujung pada kematian.
Botulinum banyak menjadikan beberapa gejala. Gejala umum botulisme diantaranya adalah
- penderita kesulitan berbicara
- kesulitan menelan makanan
- mulut kering
- lemas pada adegan wajah
- penglihatan mendadak kabur
- kelopak mata layu / turun
- sesak nafas
- mual
- muntah
- kram pada perut
- kejang otot
Gejala botulisme ibarat yang telah disebutkan diatas juga memiliki kesamaan dari gejala penyakit hepatitis A. Gejala tersebut diatas dapat anda jadikan indikasi untuk lebih sigap dalam menunjukkan dukungan pertama pada seorang penderita botulisme atau dapat dengan segera anda bawa ke rumah sakit ketika secara kebetulan anda menemui seseorang dengan gejala-gejala ibarat diatas.
Botulisme dapat dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan sumbernya. Beberapa jenis botulisme tersebut diantaranya yaitu Botulisme pada Bayi , Botulisme karena keracunan makanan , dan Botulisme karena luka.
Terjadinya Botulisme bayi diakibatkan oleh C. botulinum yang telah berkembang biak dalam sistem pencernaan , C. botulinum ini berasal dari jenis-jenis makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh spora C. botulinum. Bayi yang terserang oleh C. Botulinum dapat diketahui dari beberapa tanda atau gejala yang ditimbulkannya. Ciri-ciri gejala botulisme pada umumnya yang sering terjadi ialah tubuh lemas , timbulnya konstipasi (sembelit) , kesulitan atau bahkan tidak bisa menghisap atau menelan beberapa jenis makanan.
Botulisme keracunan makanan diakibatkan oleh jenis makanan yang telah dikomsumsi namun mengandung botulin. Yang berperan dalam menghasilkan botulin / senyawa toksik ini ialah C. botulinum. Jenis makanan yang banyak mengandung botulin terutama pada makanan dalam kaleng yang telah terkontaminasi oleh bakerti C. botulinum atau makanan dalam kaleng yang telah kedaluarsa.
Sedangkan botulisme luka ini disebabkan karena terjadinya benjol oleh C. botulinum pada jaringan yang terluka. Botulinum merupakan senyawa kimia yang bersifat racun , secara umum lebih dikenal dengan kependekan BTX atau BoNT. Botulinum dihasilkan oleh basil C. botulinum.
Jenis-jenis BTX ini memiliki beberapa variasi type dan masing-masing memiliki tugas yang berbeda. Tipe dari BTX antara lain ialah A , B , C [C1 , C2] , D , E , F , dan G. BTX yang menjadi penyebab botulisme pada insan ialah Tipe A , B dan E. Sedangkan BTX yang menyerang hewan adalah tipe C dan D. BTX C dan D ini sangat beracun.
Clostridium botulinum / C. botulinum termasuk jenis basil anaerob. Bakteri anaerob merupakan jenis basil yang dapat hidup dalam lingkungan tanpa udara atau oksigen dan membentuk spora. Tidak sama pada mekanisme jamur , untuk bertahan hidup basil memerlukan spora.
(Strain) Clostridium memiliki banyak jenisnya , namun dari sebagian besar (strain) Clostridium tidak membahayakan kesehatan. Dari aneka macam jenis basil Clostridium yang paling dikenal dan kerap menjadi penyebab keracunan makanan ialah jenis basil C. botulinum. Keberadaan basil Clostridium sebagian besar terdapat pada tanah , sedimen lautan dan kanal limbah.
Cara Mencegah Terjadinya Serangan Botulisme
Sebenarnya banyak tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah terjdinya botulisme. Dalam mengantisipasi botulisme , pencegahan merupakan hal terbaik dari pada pengobatan botulisme. Untuk menjaga biar terhindar dari serangan botulisme , berikut ini ialah hal-hal yang harus diperhatikan.
- Menjaga kebersihan , higienitas merupakan kunci utama dalam melakukan pencegahan boulisme.
- Tidak menunjukkan madu pada bayi usia dibawah 1 tahun , menurut hasil dari sebuah penelitian madu banyak mengandung basil clostridium botulinum sehingga tidak cocok untuk bayi dibawah usia 1 tahun. (Baca selengkapnya : Bahaya Memberikan Madu Pada Bayi Usia Dibawah 1 Tahun ).
- Memperhatikan langkah yang benar dalam menunjukkan susu formula pada bayi , Lihat label masa berlakunya susu dan pastikan apakah susu formula tersebut telah melewati tanggal kedaluarsa atau belum , mencuci botol susu dengan menggunakan air panas , menjauhi makanan berkaleng , terutama kalengnya yang telah mengalami perubahan menjadi kembung / melambung.( Baca selengkapnya : Tips Memilih Susu Formula Yang Bagus ).
- Bila terpaksa dengan menunjukkan makanan yang telah diawetkan dalam kaleng , sebelum dikonsumsi sebaiknya rebus terlebih dahulu sampai mendidih selama kurang lebih 10 menit atau konsultasikan pada dokter jago terdekat.
- Bila mengalami luka pada adegan tubuh diusahakan jauh dari percikan tanah , dan kalau telah terkena kotoran tanah sebaiknya segera basuh dengan menggunakan cairan antiseptik.
- Tidak menutup luka terlalu rapat , setidaknya ketika membalut luka berikan sirkulasi udara atau materi yang mudah untuk ditembus udara biar tidak lembab.
Demikian tips mencegah serangan botulisme semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa bagikan melalui tombol yang telah disediakan dibawah artikel ini , untuk teman-teman barangkali banyak yang membutuhkan informasi.

Komentar
Posting Komentar