.com - Bahaya Penggunaan Bantal Saat Bayi Sedang Tidur. Hampir semua orang bau tanah beranggapan bahwa ketika bayi tidur menggunakan bantal , tidur bayi akan menjadi lebih nyaman. Karena setiap ibu menginginkan bayinya dapat tidur dengn nyaman dan nyenyak. Tidak mengherankan jikalau kemudian ibu membeli peralatan tidur yang dibuat khusus untuk bayi. Lantas , apakah tidur tanpa menggunakan bantal tidak diperbolehkan?
Beraneka ragam jenis bantal , guling dan daerah tidur kini sudah diproduksi dan didesain sesuai dengan keperluan bayi , mulai dari bantal menyusui , guling , dan lain-lain. Akan tetapi , pernahkah ibu ketahui bahwa penggunaan bantal dan peralatan tidur lainnya dengan materi yang terlalu empuk dengan ukuran yang besar dapat beresiko menjadikan bayi mati lemas (sufokasi). Mati lemas dapat terjadi terutama padi bayi yang gres dilahirkan atau bayi yang belum dapat menggerakkan kepada dan anggota tubuhnya dengan baik.
Pada ketika tidur , posisi bayi sebaiknya telentang dengan kepala dan punggung setara. Sehingga bayi yang tidur tanpa menggunakan bantal akan jauh lebih sehat karena tidur tanpa menggunakan bantal akan membuat posisi tidur bayi berada pada posisi alami. Beberapa literatur menyarankan menunda penggunaan bantal hingga bayi berusia sekitar 18 bulan. Menurut penelitian oleh National Sleep Foundation , 64 persen orang yang mengalami gangguan tidur , menyerupai nyeri pungung dan leher disebabkan oleh penggunaan bantal yang tidak sesuai.
Bahaya lain yang mengancam bayi Anda ketika tidur menggunakan bantal dan peralatan tidur yang terlalu empuk yaitu:
Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi disebut juga dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome SIDS merupakan fenomena final hidup bayi yang tidak dapat dijelaskan. SIDS menyerang tanpa pandang bulu , bayi yang terlihat sehatpun juga beriko terkena sindrom ini. Pada umumnya , bayi yang berumur di bawah 1 tahun lebih rentan terkena sindrom ini. Bayi yang mati karena sindrom ini biasanya pada ketika tertidur di dalam ranjang tidur bayi.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebab final hidup bayi karena sindrom ini , tetapi penyebabnya seringkali dikaitkan dengan ketaknormalan pada otak bayi pada ketika mengontrol pernapakan dan pada ketika terbangun dari tidur.
Pendapat lain menganggap bahwa sindrom ini akan mudah menyerang pada bayi yang terbiasa dengan tidur dalam posisi tengkurap. Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar lisan bayi dan menjebak hembusan napas. Karena oksigen tidak dapat masuk , maka bayi akan menghirup kembali udara yang dihembuskannya. Hal ini akan berakibat pada penurunan kadar oksigen di dalam tubuh bayi yang menjadikan bayi kekurangan oksigen sehingga dapat memicu SIDS.
Kepanasan
Sarung bantal dan daerah tidur yang terbuat dari poliester akan membuat bayi kepanasan ketika tidur. Ketika panasnya sudah berlebih , tidur bayi akan gelisah dan membuat tidurnya tidak nyaman.
Keseleo
Tidak hanya bagi bayi , penggunaan bantal yang tidak pas dengan kondisi tubuh akan menjadikan keseleo pada leher. Dibutuhkan bantal yang memang benar-benar khusus dirancang biar posisi tidur bayi lebih nyaman dan bayi menjadi lebih sehat.
Melihat ancaman yang disebabkan oleh penggunaan bantal bayi , sehingga tidak disarankan untuk menggunakan bantal pada bayi usia dibawah 1 tahun. Meskipun begitu , para pakar kesehatan menganjurkan bayi boleh tidur menggunakan bantal ketika usia sudah lebih dari 2 tahun.
Memang rasa sayang seorang ibu mengalahkan segalanya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega , namun , menjadi ibu bijak jauh lebih penting ketimbang menuruti yang sebetulnya tidak perlu dilakukan karena rasa sayangnya.
Bila ibu hendak menggunakan bantal untuk bantalan kepala bayi ketika tidur , sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini
Beraneka ragam jenis bantal , guling dan daerah tidur kini sudah diproduksi dan didesain sesuai dengan keperluan bayi , mulai dari bantal menyusui , guling , dan lain-lain. Akan tetapi , pernahkah ibu ketahui bahwa penggunaan bantal dan peralatan tidur lainnya dengan materi yang terlalu empuk dengan ukuran yang besar dapat beresiko menjadikan bayi mati lemas (sufokasi). Mati lemas dapat terjadi terutama padi bayi yang gres dilahirkan atau bayi yang belum dapat menggerakkan kepada dan anggota tubuhnya dengan baik.
Pada ketika tidur , posisi bayi sebaiknya telentang dengan kepala dan punggung setara. Sehingga bayi yang tidur tanpa menggunakan bantal akan jauh lebih sehat karena tidur tanpa menggunakan bantal akan membuat posisi tidur bayi berada pada posisi alami. Beberapa literatur menyarankan menunda penggunaan bantal hingga bayi berusia sekitar 18 bulan. Menurut penelitian oleh National Sleep Foundation , 64 persen orang yang mengalami gangguan tidur , menyerupai nyeri pungung dan leher disebabkan oleh penggunaan bantal yang tidak sesuai.
Bahaya lain yang mengancam bayi Anda ketika tidur menggunakan bantal dan peralatan tidur yang terlalu empuk yaitu:
Bantal dan Sindrom Kematian Mendadak pada Bayi disebut juga dengan SIDS atau Sudden Infant Death Syndrome SIDS merupakan fenomena final hidup bayi yang tidak dapat dijelaskan. SIDS menyerang tanpa pandang bulu , bayi yang terlihat sehatpun juga beriko terkena sindrom ini. Pada umumnya , bayi yang berumur di bawah 1 tahun lebih rentan terkena sindrom ini. Bayi yang mati karena sindrom ini biasanya pada ketika tertidur di dalam ranjang tidur bayi.
Meskipun belum diketahui secara pasti apa penyebab final hidup bayi karena sindrom ini , tetapi penyebabnya seringkali dikaitkan dengan ketaknormalan pada otak bayi pada ketika mengontrol pernapakan dan pada ketika terbangun dari tidur.
Pendapat lain menganggap bahwa sindrom ini akan mudah menyerang pada bayi yang terbiasa dengan tidur dalam posisi tengkurap. Sebuah teori menyatakan bahwa permukaan bantal yang lembut atau benda di sekitarnya memungkinkan terciptanya sekat kecil di sekitar lisan bayi dan menjebak hembusan napas. Karena oksigen tidak dapat masuk , maka bayi akan menghirup kembali udara yang dihembuskannya. Hal ini akan berakibat pada penurunan kadar oksigen di dalam tubuh bayi yang menjadikan bayi kekurangan oksigen sehingga dapat memicu SIDS.
Kepanasan
Sarung bantal dan daerah tidur yang terbuat dari poliester akan membuat bayi kepanasan ketika tidur. Ketika panasnya sudah berlebih , tidur bayi akan gelisah dan membuat tidurnya tidak nyaman.
Keseleo
Tidak hanya bagi bayi , penggunaan bantal yang tidak pas dengan kondisi tubuh akan menjadikan keseleo pada leher. Dibutuhkan bantal yang memang benar-benar khusus dirancang biar posisi tidur bayi lebih nyaman dan bayi menjadi lebih sehat.
Melihat ancaman yang disebabkan oleh penggunaan bantal bayi , sehingga tidak disarankan untuk menggunakan bantal pada bayi usia dibawah 1 tahun. Meskipun begitu , para pakar kesehatan menganjurkan bayi boleh tidur menggunakan bantal ketika usia sudah lebih dari 2 tahun.
Memang rasa sayang seorang ibu mengalahkan segalanya. Terkadang seorang ibu merasa tidak tega , namun , menjadi ibu bijak jauh lebih penting ketimbang menuruti yang sebetulnya tidak perlu dilakukan karena rasa sayangnya.
Bila ibu hendak menggunakan bantal untuk bantalan kepala bayi ketika tidur , sebaiknya perhatikan beberapa tips berikut ini
- Pergunakanlah bantal ketika sedang berada dalam pengawasan Anda , ketika Anda tidak sedang mengawasi , atau tertidur , sebaiknya jangan gunakan bantal dan jauhkan bantal dari bayi Anda.
- Pilihlah bantal yang berukuran kecil , kokoh dan sarung yang halus. Sebaiknya pilihlah bantal dengan isian yang bersifat hipoalergenik atau rendah risiko alergi.
- Jangan menggunakan bantal yang dihias dengan kancing , manik-manik , rumbai , atau dekorasi jahitan lainnya.
- Untuk mengurangi rasa panas yang akan dirasakan oleh bayi Anda , sebaiknya jangan pilih bantal yang terbuat dari materi poliester karena kain poliester dapat menjadikan iritasi. Utamakan yang berbahan kain katun.
- Bersihkan bantal bayi Anda secara rutin. Karena bantal dapat menjadi sarang bakteri ketika keringat bayi menempel pada banta.
- Sebaiknya jangan gunakan bantal ketika sedang menidurkan bayi di dalam ayunan
- Segera periksa dan hentikan penggunaan bantal apabila terdapat ruam pada kulitnya dan terus berkembang.
- Saat bayi sedang berbaring di atas bantal , sebaiknya jangan memberinya makanan apapun. Berikan makanan pada bayi ketika posisinya menyerupai sedang menyusui.
- Semoga dapat bermanfaat bagi para Ibu di rumah

Komentar
Posting Komentar