Benarkah Haid yang Tidak Teratur yaitu Gejala Kanker Serviks? Yuk Simak Ulasannya
Haid yang tidak teratur pada umumnya disebabkan karena jumlah darah kotor yang terlalu banyak , sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mengeluarkan darah kotor dalam tubuh. Lamanya masa haid juga dapat disebabkan karena wanita tersebut lama tidak mengalami menstruasi.
Faktor Penyebab Menstruasi Tidak Teratur
Berbeda dengan dismenore , dimana dismenore merupakan suatu gejala atau gangguan ketika haid. Dismenore yaitu munculnya rasa nyeri pada perut ketika anda mencicipi haid yang pertama kali atau ketika hari pertama datangnya haid. Menstruasi yang tidak lancar maupun tidak teratur pada wanita dipengaruhi oleh banyak faktor penyebabnya. Namun kaum wanita tidak semuanya mengetahui akan faktor penyebab menstruasi tidak teratur yang dialaminya tersebut. Maka dari itu , dalam artikel ini akan berupaya untuk membantu kaum wanita mengetahui penyebab dari mentruasi tidak teratur.
Berikut ini yaitu beberapa hal yang harus diktahui penyebab wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur :
1. Sering Kelelahan
Aktifitas yang terlalu berlebihan sampai mengakibatkan rasa lelah yang lebih , juga dapat menjadi pemicu seseorang mengalami menstruasi tidak teratur. Hal ini dikarenakan daya tahan badan tidak berjalan denan seimbang. Siklus menstruasi yang normal membutuhkan daya tahan badan yang seimbang dan kesehatan yang fit. Untuk mengatasi hal tersebut diharapkan istirahat yang cukup dan tidak memaksakan aktifitas yang terlalu padat. Misalnya pada ketika bekerja di kantor ketika jam istirahat kerja digunakan untuk tidur sesaat.
2. Sering Mengalami Stres Berlebih
Masalah stress yang berlebihan yang terjadi setiap hari merupakan kebiasaan buruk penyumbang timbulnya menstruasi tidak teratur. Stres yang berlebihan bukan hanya menyebabkan menstruasi tidak teratur , melainkan dapat mengganggu kesehatan badan lainnya.
3. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Polycystic Ovary Syndrome atau sindrom poliskistik ovarium merupakan gangguan pada wanita yang diakibatkan adanya kista kecil pada indung telur , sehinga dapat menyebabkan kesuburan bermasalah. Salah satunya persoalan yang berkaitan dengan kesuburan yaitu mengalami menstruasi tidak teratur. Polycystic Ovary Syndrome disebabkan karena produksi hormon estrogen dan hormon progesteron yang tidak seimbang .
Gejala terjadinya persoalan Polycystic Ovary Syndrome diketahui adanya gejala perdarahan hebat pada ketika menstruasi. Selain itu , indung telur menggalami pembesaran pengaruh dari kista folikel. Jika terjadi menstruasi yang disertai dengan gejala-gejala Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) sebaiknya melaksanakan pemeriksaan dengan USG untuk memastikan kondisi kesehatan.
4. Adanya Penyakit Tumor
Selain kista ovarium , penyakit tumor jinak yang terjadi pada leher rahim juga dapat menghipnotis wanita mengalami menstruasi tidak teratur. Wanita ketika mengalami menstruasi , namun sering terjadi keluhan nyeri berlebih kemungkinan besar adanya sel tumor yang berkembang pada dinding ovarium.
5. Adanya Polip
Terjadinya pendarahan hebat ketika sedang menstruasi merupakan salah satunya gejala dari penyakit polip. Penyakit polip merupakan faktor yang menghipnotis menstruasi tidak teratur. Saat siklus menstruasi teratur namun mengalami jumlah darah menstruasi yang lebih banyak juga merupakan gejala dari polip .
Selain itu terjadinya pendarahan setelah melaksanakan relasi suami istri pada wanita padahal sudah lama menikah kemungkinan besar juga merupakan tanda-tanda penyakit polip. Jika demikian , segera konsultasikan dan lakukan pemeriksaan ke dokter jago terdekat untuk mengetahui kondisi kesehatan secara pasti.
6. Adanya Kanker Serviks
Faktor penyebab menstruasi tidak normal lainnya yaitu adanya kanker serviks. Adanya penyakit kanker serviks stadium awal memiliki gejala siklus menstruasi yang jarang. Sedangkan terjadinya serangan kanker serviks stadium lanjut dapat diketahui adanya gejala timbulnya pendarahan lebih banyak ketika sedang menstruasi.
Meskipun demikian terjadinya pendarahan yang lebih banyak pada ketika sedang menstruasi , bukan berarti sedang mengidap kanker serviks. Untuk itu diharapkan pemeriksaan lebih lanjut salah satunya dengan melaksanakan test pap (pap smear) secara teratur.
Menstruasi yang Tidak Teratur , Bukan Berarti Sedang Mengidap Kanker Serviks
Seperti yang telah disebutkan diatas , menstruasi tidak teratur banyak faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya gangguan keseimbangan produksi hormon ,stres , kelelahan , polip , tumor , kista dan lain sebagainya. Sehingga yang mengalami keterlambatan mentruasi , mentruasi dengan volume darah lebih banyak ataupun menstruasi dengan volume darah sedikit bukan berarti menderita kanker serviks.
Meskipun menurut hasil dalam sebuah penelitian yang telah dilakukan pada wanita berusia 50 tahun dengan riwayat menstruasi yang tidak teratur memicu kanker serviks. Namun hal tersebut perlu diwaspadai dengan melaksanakan pemeriksaan dan deteksi dini penyakit kanker serviks.
Deteksi Dini Penyakit Kanker Serviks
Untuk mencegah terjadinya serangan kanker serviks harus dilakukan dengan deteksi dini melalui serangkaian tes kesehatan. Penyakit kanker serviks juga merupakan jenis penyakit “the silent killer” karena penyakit tersebut gres dapat diketahui setelah penderita mengalami stadium lanjut. Selain itu , hal yang harus dilakukan untuk mencegah kanker serviks yaitu dengan menghindari relasi seks bebas , tidak berganti-ganti pasangan , mengkonsumsi makanan sehat , tidak merokok dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. Berikut ini dalah serangkaian test yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini gejala kanker serviks.
1. Test IVA
Test Inpeksi Visual dengan Asam Asetat merupakan salah satu pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks yang paling mudah dilakukan dan menerima hasil lebih cepat yakni membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Alat yang digunakan untuk test jenis IVA dengan menggunakan pemulasan asam asetat 3-5% pada leher serviks.
2. Test Pap Smear
Test Pap Smear merupakan test untuk mendeteksi adanya kanker serviks dengan prosedur lebih rumit. Yakni dengan pengambilan sampel sel tempat serviks dan diperiksa dengan memerlukan waktu untuk menentukan akhirnya selama T1-2 minggu. Namun akan menerima hasil yang lebih akurat daripada test IVA.
3. Test LBC
Salah satu test yang dapat dilakukan untuk mengetahui adanya kanker pada serviks yaitu Liquid Based Cytology. Test LBC merupakan pemeriksaan serviks dengan cara pengambilan sel untuk dioles pada beling objek dan diberi cairan khusus kemudian diteliti dengan menggunakan alat mikroskop. Keakuratan hasil test LBC lebih tinggi dibandingkan dengan pap smear.
4. Test HPV
Menjalankan Test HPV dapat dilakukan bersamaan dengan pap smear ataupun test LBC. Test HPV diharapkan untuk mengetahui adanya bisul virus yaitu HPV pada serviks. Kaum wanita yang terdeteksi dengan adanya bisul oleh HPV akan berpotensi terkena serangan penyakit kanker serviks lebih besar. Pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mendeteksi dini kanker serviks ketika telah usia 21 tahun atau sudah aktif secara seksual. Pemeriksaan dapat dilakukan secara rutin dan teratur untuk mengetahui kepastian kesehatan badan dari gejala kanker serviks.
Bacaan yang disarankan untuk menambah wawasan perihal artikel terkait
1. Yuk Kenali Apa Itu Menstruasi dan Bagaimana Siklus Menstruasi Terjadi
2 , Tips Mengenali Tanda Masa Subur Pada Wanita
Dengan demikian seseorang yang seringkali mengalami menstruasi tidak teratur atau menstruasi tidak normal ada relasi dengan menunjukan mengalami kanker serviks. Namun bukan berarti yang mengalami ketidakteraturan menstruasi telah mengidap kanker serviks. Untuk itu , diharapkan pemeriksaan yang teratur pada dokter jago terdekat. Untuk memastikaan eksistensi sel kanker serviks pada setiap wanita.

Komentar
Posting Komentar