Tips Menyapih Si Kecil Agar Mau Minum Susu Lewat Botol

– Anjuran semoga ibu menyampaikan asi eksklusif ialah selama kurang lebih 2 tahun. Bila sudah melewati masa itu , biasanya seorang ibu mulai terfikirkan untuk menyapih anaknya semoga mau meminum susu menggunakan botol susu ataupun gelas.

Tips Menyapih Si Kecil yang Agar Mau Minum Susu Lewat Botol

Selain itu , ada beberapa alasan yang menjadi penyebab seorang ibu ingin segera menyapih anaknya.
1. Si bayi sering menggigit putting susu ibu hingga luka
2. Factor kondisi atau penyakit
3. Dan factor lainnya

Meskipun ajuan menyampaikan asi langsung selama kurang lebih 2 tahun , namun tetap saja ada beberapa bayi yang tetap ingin menyusu pada ibunya.

Sebenarnya boleh-boleh saja kalau anak anda ingin menyusu atau istilah jawanya “mentil” lebih dari 2 tahun. Bahkan ada beberapa kasus yang hingga usia 10 tahun masih saja ingin “mentil” pada ketika mau tidur.

Hal ini pada umumnya alasannya ialah factor kebiasaan si kecil yang suka memain-mainkan pentil ibunya kalau hendak tidur. Bila hal ini dibiarkan saja maka kemungkinannya ialah anak anda tidak mau melepaskan pentil anda meskipun usianya sudah lebih dari 5 tahun.

Nah , kalau hal itu terjadi tips berikut ini akan berusaha membantu anda menyapih si kecil semoga mau berhenti menyusu dari susu ibu.

Hal pertama yang harus dilakukan ialah melihat kondisi anak anda , apakah dalam kondisi sehat atau tidak.  Bila henda menyapih si kecil , usahakan pada ketika kondisi anak anda sedang sehat. Karena pada ketika sakit , bayi membutuhkan lebih banyak dekapan. Pada ketika bayi demam misalnya , beberapa dokter menyarankan semoga setiap ibu menyampaikan asinya lebih sering.

Selain itu , menyapih bayi pada ketika sedang sakit , marah , atau bahkan sedang duka , akan membuat dirinya merasa bahwa dirinya sudah tidak lagi disayang oleh ibunya. Bila hal ini terjadi , akan membuat kondisi mental si bayi jatuh dan pada alhasil membuat anak anda tidak lagi mau menurut dan sering membantah kata-kata anda. Meskipun factor ini pada dasarnya tidak terlalu secara umum dikuasai , akan tetapi alangkah baiknya kalau kita memikirkan kemungkinan buruknya bagi perkembangan mental anak kita.

Baca juga:

  1. Memahami gejala depresi pada anak usia remaja
  2. Cara mencegah autis pada bayi
  3. Waspadai dampak buruk perkembangan teknologi bagi perkembangan bayi


Ke dua: Selalu berikan pengertian kepada si bayi setiap kali kita menolak menyampaikan asi kepada bayi kita. Biarpun kemampuan kominukasi si kecil belum tepat namun tetaplah selalu menyampaikan penjelasan kepada si kecil dengan alasan yang logis dan dapat diterima olehnya. Makara pintar-pintarlah menyampaikan alasan kenapa anda tidak lagi mau menyampaikan asi eksklusif kepada si kecil

Ke tiga: Lakukan hal ini dengan konsisten dan tegas. Bila tidak , maka ada kemungkinan si kecil akan tetap minta menyusu tiap kali mau tidur misalnya.

Ke empat: Meskipun kadang kita merasa duka kalau menolak menyampaikan asi kepada si kecil , tapi tetaplah lakukan hal ini demi kebaikan si kecil. Makara jangan pernah merasa duka atau bersalah kalau anda tidak lagi mau menyampaikan asi. Memberikan asi eksklusif selama 2 tahun sudah lebih dari cukup. Selain itu , kebutuhan si kecil akan nutrisi harian sudah tidak lagi dapat terpenuhi hanya dengan asi eksklusif.

Ke lima: Berikan pengalih perhatian semoga si kecil terlupakan oleh asi dan mau minum susu menggunakan botol susu maupun gelas.

Ke enam: Jangan pernah lagi menunjukkan asi kepada si kecil , alasannya ialah minat si kecil akan asi masih terlalu tinggi. Terkadang tujuan kita menyampaikan asi bukan semoga si kecil kenyang , melainkan untuk menghibur. Oleh alasannya ialah itu mulai dari sekarang berhentilah menyampaikan asi sebagai penghibur si kecil ketika sedang menangis. Sebaiknya berikan si kecil mainan yang dapat menenangkannya.

Baca juga: Tips semoga bayi cerdas semenjak dalam kandungan

Itulah beberapa tips sederhana menyapih si kecil semoga mau lepas dari asi ibunya. Semoga bermanfaat dan jangan lupa share

Komentar