.com - Bagi seorang ibu menyusui yang sedang bekerja kantoran , menunjukkan asi perah kepada bayi merupakan salah satu cara biar si kecil tetap mendapatkan asi eksklusif.
Sebuah kewajiban dan tuntutan kerja yang membuat seorang ibu menyusui terpaksa menunjukkan asi perah kepada bayinya. Memberikan asi perah atau dengan memompa terlebih dahulu kemudian menaruhnya di botol susu memang terdengar merepotkan.
Kita harus meluangkan waktu hanya untuk memompa asi supaya nantinya dapat disimpan kemudian diberikan kepada si kecil ketika berangkat kerja.
Sebenarnya , ASI yang disimpan dengan baik akan dapat bertahan cukup lama. Namun jikalau penyimpanan ASI perah tidak indah atau asal menyimpan saja , maka akan membuat ASI perah mudah sekali basi. Untuk itu , bagi Anda yang bekerja kantoran , sebaiknya perhatikan dengan betul bagaimana cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar biar dapat tahan lama dan kualitas tetap terjaga.
Bagaimana cara menyimpan ASI perah dapat Anda baca pada artikel cara menyimpan asi perah.
Tanda tanda asi perah basi
Ketika seorang ibu harus menunjukkan asi dengan cara diperah , rasa khawatir seringkali muncul. Apakah ASI yang sudah diperah masih indah ataukah sudah basi?
Pertanyaan tersebut seringkali muncul ketika melihat barisan bobot susu yang berisi ASI perah tersimpan cukup lama di lemari pendingin.
Biarpun ASI yang ditaruh di dalam Freezer mampu bertahan selama 3 bulan , tetap saja kita harus mengetahui bagaimana tanda dan ciri asi perah yang sudah basi.
Berikut ini yaitu beberapa tanda asi perah busuk yang dapat dihimpun .com biar para Ibu dirumah dapat membedakan antara asi perah yang masih indah dengan asi perah yang sudah basi.
Aroma
Asi yang sudah busuk biasanya memiliki aroma yang tidak sedap. Seperti bau amis sedangkan ASI yang masih indah biasanya berbau segar dan beraroma manis.
Bila asi berbau menyerupai sabun , itu karena terlalu lama disimpang di lemari pendingin. Bila ASI sudah terlalu lama disimpan , terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini karena adanya perubahan struktur lemak dalam ASI akhir proses pemanasan ASI perah dengan suhu yang terlalu tinggi. Oleh karena itu , tidak disarankan untuk memanaskan ASI perah menggunakan suhu yang terlalu panas.
Rasa
ASI perah yang sudah busuk biasanya akan terasa tengik , pahit , dan terkadang terasa menyerupai sabun. Untuk mengetahui perbedaannya , ada baiknya pada ketika akhir memerah ASI anda mencium atau sedikit merasakan rasanya biar mengetahui bagaimana rasa dan aroma ASI yang masih bagus.
Perubahan rasa maupun aroma ASI perah pada umumnya disebabkan karena jumlah enzim lipase di dalam ASI jumlahnya berlebih.
Sebagai pencegahan biar ensim lipase berhenti bekerja , disarankan untuk memanaskan ASI perah sampai hampir mendidih. Pemanasan ini bertujuan untuk mencegah enzim lipase memecah lemak yang terdapat di dalam ASI.
Warna
Pada umumnya , ASI perah yang gres saja diperah memiliki warna menyerupai susu sapi. Ketika sudah cukup lama di masukkan ke dalam lemari pendingin , terkadang warna ASI akan berubah kekuning-kuningan.
Bila ibu mendapati ASI perah yang sudah mengalami perubahan rasa aroma ataupun warnanya , sangat disarankan untuk membuangnya.
Untuk itu , sangat disarankan bagi setiap ibu menyusui yang terkendala kerja kantoran biar menyimpan ASI perah sesuai saran dan tawaran biar ASI perah dapat bertahan lama.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Ibu yang sedang menyusui namun terkendala kerja kantoran.
Jangan lupa share biar semua ibu menyusui mengetahui hal ini

Komentar
Posting Komentar