.com - ASI merupakan kebutuhan pokok bayi dalam memenuhi kebutuhan nutrisinya. Saat bayi berusia 0-6 bulan , memang seharusnya tidak boleh lepas dengan ASI. Oleh sebab itu , banyak ibu ketika ini mulai sadar dan berlomba-lomba untuk tetap memenuhi kebutuhan ASI si kecil meskipun sedang bekerja kantoran.
Bekerja kantoran bukanlah menjadi alasan untuk tidak memperlihatkan ASInya kepada si kecil. Karena banyak cara biar si kecil tetap meskipun sedang sibuk bekerja. Salah satunya ialah dengan menyiapkan ASI perah.
Bila Anda berniat memperlihatkan ASI perah selama bekerja , maka yang harus diperhatikan ialah bagaimana cara memijat ASI biar dapat keluar , sebab tidak jarang ibu yang merasa kesulitan dalam memerah ASInya sendiri tanpa sumbangan alat.
Baca juga: Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI Eksklusif
Selain itu , cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar juga harus mendapat perhatian biar kualitas ASI perah tetap terjaga.
Bila Anda gundah bagaimana cara melakukannya , simak penjelasan berikut ini hingga habis dan jangan terlewatkan.
1. Memerah ASI dengan tangan.
Ketika Anda ingin memerah asi dengan tangan , sebaiknya kompres payudara Anda dengan air hangat biar semua otot yang ada di payudara melunak.
Jangan lewatkan:
Biasakan untuk selalu mencuci bersih tangan Anda biar basil pada tangan tidak ikut masuk ke wadah penyimpanan asi yang dapat mengakibatkan si kecil diare ataupun mengalami dilema lain ibarat sembelit.
Bagaimana cara memerah asi , berikut langkah-langkahnya.
2. Cara Menyimpan Asi
Bila proses memerah ASI sudah selesai dilakukan , maka langkah selanjutnya ialah bagaimana cara menyimpan ASI yang baik dan benar.
Cara terbaik menyimpan asi biar dapat baka ialah dengan menaruhnya di lemari es baik di bawah freezer atau di freezernya. Bila asi sudah dihangatkan dan terdapat sisa , sebaiknya sisa asi yang sudah dihangatkan dibuang dan diganti dengan yang baru.
Alangkah baiknya untuk selalu memperlihatkan tanggal pada setiap kemasan asi perah yang dibekukan. ASI yang diletakkan di dalam lemari pendingin dapat bertahan selama 72 jam.
Jika ASI ditempatkan di dalam freezer maka akan tahan selama 3 bulan. Tapi harus diingat , kalau sudah dipanaskan dan tersisa , sebaiknya sisanya dibuang saja.
Semoga ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu semua yang selalu memperhatikan kebutuhan gizi si kecil.
Bekerja kantoran bukanlah menjadi alasan untuk tidak memperlihatkan ASInya kepada si kecil. Karena banyak cara biar si kecil tetap meskipun sedang sibuk bekerja. Salah satunya ialah dengan menyiapkan ASI perah.
Bila Anda berniat memperlihatkan ASI perah selama bekerja , maka yang harus diperhatikan ialah bagaimana cara memijat ASI biar dapat keluar , sebab tidak jarang ibu yang merasa kesulitan dalam memerah ASInya sendiri tanpa sumbangan alat.
Baca juga: Tujuan dan Manfaat Pemberian ASI Eksklusif
Selain itu , cara menyimpan ASI perah yang baik dan benar juga harus mendapat perhatian biar kualitas ASI perah tetap terjaga.
Bila Anda gundah bagaimana cara melakukannya , simak penjelasan berikut ini hingga habis dan jangan terlewatkan.
1. Memerah ASI dengan tangan.
Ketika Anda ingin memerah asi dengan tangan , sebaiknya kompres payudara Anda dengan air hangat biar semua otot yang ada di payudara melunak.
Jangan lewatkan:
- Benjolan di payudara yang harus diwaspadai
- Cara mendeteksi tumor payudara sendiri
- Memahami bagaimana pembentukan kelenjar payudara
- Tips dan cara memperlancar asi
- Proses pembentukan ASI
Biasakan untuk selalu mencuci bersih tangan Anda biar basil pada tangan tidak ikut masuk ke wadah penyimpanan asi yang dapat mengakibatkan si kecil diare ataupun mengalami dilema lain ibarat sembelit.
Bagaimana cara memerah asi , berikut langkah-langkahnya.
- Pegang payudara Ibu dengan sebelah tangan lalu lakukan pemijatan dari episode atas payudara menuju puting. Pijat menyeluruh , termasuk episode bawah payudara.
- Selanjutnya , tekan perlahan-lahan pada area areola (kulit berwarnya gelap disekitar puting susu) dengan ibu jari dan telunjuk.
- Tekan kedua jari bersamaan , lalu tekan ke arah pucuk puting biar mengeluarkan ASI Ibu. Tekanlah sewajarnya jangan hingga puting susu terasa sakit.
- Bila ASI tidak keluar , kemungkinan cara memencet Anda salah. Ulangi dengan merubah letak Anda memencet areola hingga ASI benar-benar keluar. (banyak ibu yang salah memencet episode ini sehingga pada balasannya mereka menganggap payudara mereka tidak dapat memproduksi asi)
2. Cara Menyimpan Asi
Bila proses memerah ASI sudah selesai dilakukan , maka langkah selanjutnya ialah bagaimana cara menyimpan ASI yang baik dan benar.
Cara terbaik menyimpan asi biar dapat baka ialah dengan menaruhnya di lemari es baik di bawah freezer atau di freezernya. Bila asi sudah dihangatkan dan terdapat sisa , sebaiknya sisa asi yang sudah dihangatkan dibuang dan diganti dengan yang baru.
Alangkah baiknya untuk selalu memperlihatkan tanggal pada setiap kemasan asi perah yang dibekukan. ASI yang diletakkan di dalam lemari pendingin dapat bertahan selama 72 jam.
Jika ASI ditempatkan di dalam freezer maka akan tahan selama 3 bulan. Tapi harus diingat , kalau sudah dipanaskan dan tersisa , sebaiknya sisanya dibuang saja.
Semoga ini dapat bermanfaat bagi ibu-ibu semua yang selalu memperhatikan kebutuhan gizi si kecil.

Komentar
Posting Komentar